Kunjungi Channel YouTube kami di "Guru Itung"

Halaman

Thursday, April 22, 2021

Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai Pengetahuan dan Pengalaman Baru dalam Pembelajaran

Oleh: Jamaluddin Tahuddin

Setelah mempelajari secara mendalam pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara, saya dapat mengetahui bahwa pendidikan menurut KHD adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat. Jadi, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. Guru diibaratkan sebagai seorang petani yang menanam jagung misalnya, hanya dapat menuntun tumbuhnya jagung, ia dapat memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman jagung, memberi pupuk dan air, membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu hidup tanaman padi dan lain sebagainya. 

Saya yakin bisa menerapkan pengetahuan dan pengalaman tersebut di atas, karena pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara sangat sejalan dengan kehidupan sosial budaya di daerah saya, yakni Sulawesi Selatan. Anak-anak yang tumbuh dan berkembang di lingkungan yang menjunjung tinggi budaya menghargai orang yang lebih tua melalui budaya "Tabe", menunjukkan bahwa mereka memiliki kodrat yang kuat dalam mengembangkan perilaku positif yang mereka miliki. 

Seorang pendidik harus mengutamakan fungsinya sebagai model atau figur keteladanan, baru kemudian sebagai fasilitator atau pengajar. Sebagai seorang pendidik, saya mesti mengutamakan fungsi sebagai model atau figur keteladanan, baru kemudian sebagai fasilitator atau pengajar. Selama ini, saya lebih mengutamakan fungsi sebagai fasilitator atau pengajar ketimbang sebagai model atau figur keteladanan. Padahal menurut KHD budi pekerti, watak, atau karakter yang merupakan perpaduan harmonis antara gerak pikiran, perasaan, dan kehendak atau kemauan dapat menimbulkan tenaga/ semangat. Selain itu, selama ini saya juga kurang memperhatikan perbedaan kodrat alam yang dimiliki setiap anak, sehingga terkadang saya ingin memaksakan perubahan pada anak di luar kodratnya. Sehingga kedepannya saya semestinya menuntun anak sesuai kodrat alam mereka. 

Perubahan konkret yang akan saya lakukan setelah memahami pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah pertama-tama mengubah pola pikir saya dari mengajar ke menuntun. Kemudian berusaha memahami karakteristik setiap peserta didik agar saya bisa lebih mudah menuntun mereka sesuai kodrat alam yang dimiliki. Setelah itu, saya akan merancang pembelajaran yang berbasis aktifitas dan pemecahan masalah secara kolaboratif sesama peserta didik. Dalam pelaksanaannya, saya akan menuntun mereka dalam melakukan aktifitas belajar baik di kelas maupun di luar kelas serta mengarahkan untuk memecahkan segala permasalahan secara bersama-sama.


Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar Terbaru

Translate

Followers

Guru Itung. Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *