Kunjungi Channel YouTube kami di "Guru Itung"

Halaman

Sunday, May 30, 2021

Catatan Akhir Pekan Guru Penggerak Part 5: Pengembangan Diri Guru Penggerak

Pekan kelima diawali dengan kegiatan membuat gambaran diri di masa depan, setelah mengikuti rangkaian program Pendidikan Guru Penggerak. Gambaran diri itu dibuat dalam bentuk gambar ilustrasi tangan/ digital dengan mengikuti panduan berupa pertanyaan-pertanyaan terkait guru penggerak seperti apa yang diimpikan, nilai-nilai apa yang diharapkan dikuasai di masa depan, dan alasan mengapa nilai-nilai tersebut penting.

Kegiatan ini membuka pikiran saya untuk lebih mengetahui arah dan tujuan saya ke depan setelah mengikuti Pendidikan Guru Penggerak. Dengan demikian, saya bisa membuat perencanaan dan Langkah konkrit dalam mencapai gambaran yang diimpikan.

Kegiatan berikutnya adalah mengelaborasi pemahaman mengenai nilai dan peran guru penggerak Bersama instruktur. Namun sebelumnya, kita diminta untuk menuangkan berbagai pertanyaan terlebih dahulu mengenai materi nilai dan peran guru penggerak yang masih ingin digali lebih lanjut pada kegiatan ini. Awalnya pertanyaan-pertanyaan itu diminta dituliskan melalui LMS. Hanya saja topik pertanyaan yang diminta mengenai budaya positif di sekolah, sementara modul yang dipelajari mengenai nilai dan peran guru penggerak. Sehingga fasilitator membuat alternatif lain dengan menyiapkan padlet untuk pertanyaan mengenai nilai dan peran guru penggerak. Oleh karena itu, saya berinisiatif membuat kedua-duanya saja. Pertanyaan mengenai budaya positif di sekolah saya posting melalui LMS, dan pertanyaan mengenai nilai dan peran guru Penggerak saya posting melalui tautan padlet yang dibagikan fasilitator.

Adapun mengenai budaya positif di sekolah, saya mempertanyakan dua hal yaitu bagimana cara mengukur sejauh mana budaya positif di sekolah dianggap telah berpihak pada murid dan Langkah apa yang harus dilakukan agar budaya positif berpihak pada murid. Sedangkan pertanyaan mengenai nilai dan peran guru penggerak yaitu bagaimana cara agar kita bisa selalu memiliki inovasi seperti motto salah satu merk motor terkenal yakni “Inovasi Tiada Henti” dan cara mengukur bahwa segala kebijakan yang kita ambil telah berpihak pada murid.

Kegiatan ini membuka pikiran saya mengenai apa yang ingin saya ketahui lebih lanjut mengenai nilai dan peran guru penggerak. Sehingga saya menjadi lebih berminat dan termotivasi untuk mengikuti pertemuan bersama instruktur nantinya. Selain itu, dari pertanyaan-pertanyaan itu saya juga tertarik untuk menggali lebih jauh mengenai nilai dan peran guru penggerak dari sumber lain.

Selanjutnya kami mengikuti pertemuan dengan instruktur yang dilakukan secara virtual melalui Google Meet. Web meeting ini diikuti oleh para CGP dari 4 orang fasilitator. Dimana masing-masing fasilitator menangani 16 orang CGP, sehingga CGP yang mengikuti web meeting itu semuanya ada 64 orang. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 JP Bersama dengan instruktur Ibu Twi Endah Kurniyanti.

Dalam pemaparannya, intruktur memberikan penguatan bahwa seorang guru penggerak sebelum menggerakkan orang lain, ia harus bisa tergerak terlebih dahulu agar bisa bergerak dan menggerakkan orang lain. Dalam hal ini, seorang guru Penggerak hendaknya bisa menjadi teladan, mengelola kerja otak dan emosinya, melakukan pembiasaan secara konsisten dan sistematis terhadap hal-hal yang positif serta senantiasa mengambil makna dan pembelajaran positif dari setiap pengalaman atau praktik baik yang dilakukan. Ibu Twi membawakan materi dengan baik dengan penyampaian yang jelas dan mudah dipahami. Penyajian materi yang sesekali dikemas dalam bentuk permainan membuat kita senang dan tidak merasa bosan selama mengikuti kegiatan. Dari pemaparan tersebut, saya dapat memahami lebih jauh mengenai nilai dan peran Guru Penggerak serta keterkaitannya dengan filosofi pendidikan KHD.

Adapun nilai-nilai yang harus dimiliki oleh seorang guru penggerak adalah mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid. Nilai-nilai tersebut penting dimiliki oleh setiap guru penggerak karena jika guru penggerak memiliki nilai mandiri, maka ia akan lebih leluasa berkembang karena tidak perlu lagi bergantung pada orang lain. Reflektif membantu dirinya memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kelebihan yang dimiliki sehingga ia akan selalu tampil sebagai guru yang ideal. Dengan nilai kolaborasi, pekerjaan guru penggerak, menjadi lebih mudah dan ringan karena semuanya dilakukan secara kolaboratif dengan semua pihak. Inovatif mendorong terciptanya pembaruan sehingga guru akan senantiasa melahirkan ide dan gagasan yang baru dalam mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Segala tindakan dan kebijakan yang berpihak pada murid tentunya akan membuat murid senang dan termotivasi belajar sehingga akan mendorong terwujudnya profil pelajar Pancasila. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi kebiasaan dalam berperilaku sehingga melekat menjadi karakter dari setiap guru penggerak. Nilai guru penggerak sangat mempengaruhi guru penggerak dalam bersikap dan bertindak. Hal ini sangat dibutuhkan seorang guru penggerak dalam memainkan perannya sebagai pemimpin pembelajaran, penggerak komunitas praktisi, coach bagi guru lain, pendorong kolaborasi, dan mewujudkan kepemimpinan murid.

Nilai dan peran guru penggerak selaras dengan filosofi Ki Hajar Dewantara. Nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid yang menjiwai guru penggerak dalam memainkan perannya tentunya akan menghadirkan guru yang sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara. Guru yang memahami bahwa jika mereka menanam padi, tidak akan mungkin tumbuh jagung begitupun sebaliknya. Dengan kata lain, mereka akan memahami bahwa pendidikan sangat dipengaruhi oleh perlakuan mereka terhadap murid. Segala tindakan dan kebijakan guru penggerak akan senantiasa menghamba pada anak. Mereka akan memperlakukan anak sesuai kodratnya, baik itu kodrat alam maupun zamannya dan tentu saja kodrat anak adalah bermain. Dengan demikian, seorang guru penggerak tentunya akan senantiasa mendidik anak agar menjadi manusia yang baik lakunya, selaras budi dan pekertinya.

Untuk mencapai nilai-nilai guru penggerak, tentunya membutuhkan strategi tersendiri. Strategi yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

-     Senantiasa memotivasi diri untuk senantiasa melakukan perubahan dalam meningkatan kualitas pembelajaran.

-  Memaknai setiap pengalaman yang saya lalui dengan melakukan evaluasi terkait kekurangan dan kelebihan ataupun kelemahan dan kekuatan yang dimiliki. Selain itu, saya juga akan selalu membuka diri terhadap masukan dari orang lain dan melakukan perbaikan terhadap kekurangan yang saya miliki.

-   Menjalin kerjasama dengan semua pihak dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila, membangun komunikasi dengan mereka dan menanamkan rasa kepercayaan semua pihak terhadap diri saya.

-   Menjadikan nilai-nilai guru penggerak sebagai sebuah kebiasaan yang konsisten agar menjadi perilaku dan karakter yang melekat dalam diri.

Profil pelajar Pancasila sulit terwujud oleh seorang guru penggerak saja. Oleh karena itu, guru penggerak harus berkolaborasi dengan semua pihak agar tugas menjadi lebih mudah dan ringan. Pihak-pihak yang dapat membantu tugas guru penggerak dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila adalah sebagai berikut:

-     Guru lain atau teman sejawat sebagai mitra dalam melakukan gerakan perubahan yang menuntut guru lebih mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid sebagai upaya mewujudkan profil pelajar Pancasila.

-    Kepala sekolah sebagai pemangku kebijakan di sekolah yang berperan dalam menciptakan situasi belajar mengajar yang kondusif bagi guru dan murid. Kebijakan kepala sekolah hendaknya senantiasa berpihak pada murid agar gerakan yang dilakukan oleh guru dan kepala sekolah bisa berjalan serasi dan selaras.

-  Orang tua siswa sebagai pendamping anak di rumah turut berpartisipasi dalam membimbing dan memberikan motivasi kepada anak, baik dengan cara memberikan semangat maupun dengan cara meningkatkan kebutuhan sekolah. Orang tua hendaknya mampu menjadi teman yang bahagia untuk belajar.

-       Masyarakat dapat berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah baik moril maupun materil. Masyarakat memiliki peran penting dalam membantu anak belajar di rumah, terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, pembahasan kebijakan sekolah, dan konsultasi terkait masalah pendidikan anak.

Sebagai bentuk aksi nyata dalam penguatan nilai dan peran guru penggerak dapat diakses melalui tautan berikut:

https://www.guruitung.com/2021/05/aksi-nyata-nilai-dan-peran-guru.html

Kegiatan di pekan kelima diakhiri dengan kegiatan Lokakarya 1 yang dilaksanakan di Hotel Aerotel Smile. Pada kegiatan ini, kami digabung dengan dua kelompok baru dengan orang-orang yang sebagian besar baru dikenal. Kegiatan yang dipandu oleh tiga orang pendamping ini diawali dengan perkenalan antara sesama CGP dan para pendamping. Semua CGP dan pendamping membuat lingkaran besar, kemudian setiap peserta maju satu langkah lalu menyebutkan nama, asal instansi, dan hal positif dalam dirinya. Selanjutnya setiap orang menuliskan kemampuan apa saja yang perlu dimiliki oleh seorang guru penggerak pada secarik kertas dan kemampuan yang dimiliki dalam menjalankan peran sebagai guru pada kertas lain kemudian menempelkannya di papan.

Setelah itu, peserta dibagi menjadi empat kelompok yang baru dan membahas empat kompetensi guru penggerak yang sudah dimiliki dan yang belum dimiliki serta upaya apa yang akan dilakukan untuk mencapainya. Keempat kompetensi itu adalah mengembangkan diri dan orang lain, memimpin pembelajaran, memimpin manajemen sekolah, dan memimpin pengembangan sekolah. Setiap peserta merefleksi posisi diri masing-masing terhadap kompetensi tersebut kemudian berbagi cerita dengan rekan kelompoknya. Selanjutnya setiap peserta membuat rencana pengembangan diri yang akan ditindaklanjuti pada lokakarya 5 dan 8 dilanjutkan dengan pengisian lembar evaluasi kegiatan sebagai upaya peningkatan kualitas lokakarya berikutnya.

Dari kegiatan Lokakarya 1 ini, banyak hal baru yang diketahui dari praktik baik teman-teman CGP maupun pendamping. Selain itu, saya juga bisa menggali lebih banyak hal-hal positif yang sudah dimiliki dan hal-hal apa yang perlu dikembangkan terkait kompetensi guru penggerak. Sehingga arah dan tujuan yang ingin dicapai pada program Guru Penggerak ini semakin nampak jelas di depan mata.

 

 


Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar Terbaru

Translate

Followers

Guru Itung. Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *