Kunjungi Channel YouTube kami di "Guru Itung"

Halaman

Friday, May 28, 2021

Nilai dan Peran Guru Penggerak dalam Kaitannya dengan Filosofi Ki Hajar Dewantara

Oleh: Jamaluddin Tahuddin

Nilai-nilai yang harus dimiliki oleh seorang guru penggerak adalah mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid. Nilai-nilai tersebut penting dimiliki oleh setiap guru penggerak karena jika guru penggerak memiliki nilai mandiri, maka ia akan lebih leluasa berkembang karena tidak perlu lagi bergantung pada orang lain. Reflektif membantu dirinya memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kelebihan yang dimiliki sehingga ia akan selalu tampil sebagai guru yang ideal. Dengan nilai kolaborasi, pekerjaan guru penggerak, menjadi lebih mudah dan ringan karena semuanya dilakukan secara kolaboratif dengan semua pihak. Inovatif mendorong terciptanya pembaruan sehingga guru akan senantiasa melahirkan ide dan gagasan yang baru dalam mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Segala tindakan dan kebijakan yang berpihak pada murid tentunya akan membuat murid senang dan termotivasi belajar sehingga akan mendorong terwujudnya profil pelajar Pancasila. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi kebiasaan dalam berperilaku sehingga melekat menjadi karakter dari setiap guru penggerak. Nilai guru penggerak sangat mempengaruhi guru penggerak dalam bersikap dan bertindak. Hal ini sangat dibutuhkan seorang guru penggerak dalam memainkan perannya sebagai pemimpin pembelajaran, penggerak komunitas praktisi, coach bagi guru lain, pendorong kolaborasi, dan mewujudkan kepemimpinan murid.

Nilai dan peran guru penggerak selaras dengan filosofi Ki Hajar Dewantara. Nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid yang menjiwai guru penggerak dalam memainkan perannya tentunya akan menghadirkan guru yang sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara. Guru yang memahami bahwa jika mereka menanam padi, tidak akan mungkin tumbuh jagung begitupun sebaliknya. Dengan kata lain, mereka akan memahami bahwa pendidikan sangat dipengaruhi oleh perlakuan mereka terhadap murid. Segala tindakan dan kebijakan guru penggerak akan senantiasa menghamba pada anak. Mereka akan memperlakukan anak sesuai kodratnya, baik itu kodrat alam maupun zamannya dan tentu saja kodrat anak adalah bermain. Dengan demikian, seorang guru penggerak tentunya akan senantiasa mendidik anak agar menjadi manusia yang baik lakunya, selaras budi dan pekertinya.

Untuk mencapai nilai-nilai guru penggerak, tentunya membutuhkan strategi tersendiri. Strategi yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Senantiasa memotivasi diri untuk senantiasa melakukan perubahan dalam meningkatan kualitas pembelajaran.
  • Memaknai setiap pengalaman yang saya lalui dengan melakukan evaluasi terkait kekurangan dan kelebihan ataupun kelemahan dan kekuatan yang dimiliki. Selain itu, saya juga akan selalu membuka diri terhadap masukan dari orang lain dan melakukan perbaikan terhadap kekurangan yang saya miliki.
  • Menjalin kerjasama dengan semua pihak dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila, membangun komunikasi dengan mereka dan menanamkan rasa kepercayaan semua pihak terhadap diri saya.
  • Menjadikan nilai-nilai guru penggerak sebagai sebuah kebiasaan yang konsisten agar menjadi perilaku dan karakter yang melekat dalam diri.

Profil pelajar Pancasila sulit terwujud oleh seorang guru penggerak saja. Oleh karena itu, guru penggerak harus berkolaborasi dengan semua pihak agar tugas menjadi lebih mudah dan ringan. Pihak-pihak yang dapat membantu tugas guru penggerak dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila adalah sebagai berikut:

  • Guru lain atau teman sejawat sebagai mitra dalam melakukan gerakan perubahan yang menuntut guru lebih mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid sebagai upaya mewujudkan profil pelajar Pancasila.  
  • Kepala sekolah sebagai pemangku kebijakan di sekolah yang berperan dalam menciptakan situasi belajar mengajar yang kondusif bagi guru dan murid. Kebijakan kepala sekolah hendaknya senantiasa berpihak pada murid agar gerakan yang dilakukan oleh guru dan kepala sekolah bisa berjalan serasi dan selaras.
  • Orang tua siswa sebagai pendamping anak di rumah turut berpartisipasi dalam membimbing dan memberikan motivasi kepada anak, baik dengan cara memberikan semangat maupun dengan cara meningkatkan kebutuhan sekolah. Orang tua hendaknya mampu menjadi teman yang bahagia untuk belajar.
  • Masyarakat dapat berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah baik moril maupun materil. Masyarakat memiliki peran penting dalam membantu anak belajar di rumah, terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, pembahasan kebijakan sekolah, dan konsultasi terkait masalah pendidikan anak. 

Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar Terbaru

Translate

Followers

Guru Itung. Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *