Kunjungi Channel YouTube kami di "Guru Itung"

Halaman

Monday, May 10, 2021

Catatan Akhir Pekan Guru Penggerak Part 4: Guru Penggerak antara Harapan dan Tantangan

Oleh: Jamaluddin Tahuddin

Kegiatan minggu ke-4 diawali dengan melakukan eksplorasi konsep melalui diskusi yang dilakukan secara mandiri terkait Profil Pelajar Pancasila, Peran serta Nilai dari Guru Penggerak. Eksplorasi ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan di LMS, lalu diposting pada bagian Eksplorasi Konsep-Forum Diskusi Tertulis. Dari pertanyaan tersebut, kami mencoba mengeksplor sejauh mana pemahaman kami tentang hubungan antara Profil Pelajar Pancasila, dengan Peran serta Nilai Guru Penggerak yang sudah dipelajari. Kemudian mencoba memecahkan masalah yang bersifat kasuistik terkait nilai dan peran seorang Guru Penggerak. Dalam masalah itu, kami mencoba memberikan solusi jika dalam menjalankan peran sebagai Guru Penggerak, ternyata ada guru ataupun kepala sekolah yang kurang mendukung. 

Dalam hal ini, kami memaparkan bahwa peran guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran sangat dibutuhkan dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila. Dalam memainkan peran tersebut, guru penggerak diharapkan memahami dan menjiwai nilai-nilai dari seorang guru penggerak. Sehingga nilai-nilai itu bisa berpengaruh dalam setiap pergerakan guru penggerak. Nilai-nilai itu adalah Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, serta Berpihak pada Murid. Dan jika ada rekan Guru ataupun Kepala Sekolah yang kurang mendukung dalam menjalankan peran sebagai Guru Penggerak, maka disinilah dibutuhkan implementasi dari nilai-nilai guru penggerak. Guru penggerak yang memiliki nilai kolaboratif akan selalu membangun komunikasi dengan mereka dan menanamkan rasa kepercayaan semua pihak terhadap dirinya. Dengan nilai mandiri yang dimiliki, guru penggerak tentunya memiliki motivasi dalam melakukan perubahan dan senantiasa melakukan inovasi serta siap bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya tanpa harus menunggu perintah dari siapapun. Namun demikian, dengan nilai reflektif guru penggerak tentunya tetap membuka diri terhadap masukan dari orang lain dan senantiasa melakukan evaluasi terkait kekurangan dan kelebihan yang dimiliki.

Kegiatan hari ke-2 adalah kembali mengeksplorasi secara mandiri masih terkait dengan nilai dan peran guru penggerak. Ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan terkait hal apa saja yang pernah dilakukan sehubungan dengan  peran dan nilai guru Penggerak dan apa yang bisa dilakukan oleh seorang Guru Penggerak untuk menguatkan peran serta nilai tersebut. Jawaban dari setiap CGP kemudian didiskusikan pada hari ke-3 dalam grup kecil melalui ruang kolaborasi dengan menggunakan G-Meet. Melalui kolaborasi ini, setiap grup kecil membuat kesimpulan berdasarkan pengalaman dan aksi yang bisa dilakukan untuk menguatkan peran dan nilai Guru Penggerak. Kesimpulan itu dibuat dalam bentuk powerpoint atau poster.

Adapun kesimpulan dari hasil diskusi dalam grup kecil kami adalah sebagai berikut:

1. Hal-hal yang bisa dilakukan sehubungan dengan  peran dan nilai guru Penggerak

a. Menjadi pemimpin pembelajaran melalui praktik pembelajaran yang berpihak pada murid. Pembelajaran yang berpihak pada murid terdiri:

1) Pembelajaran yang interaktif dengan melibatkan guru, peserta didik, masyarakat, lingkungan alam, dan sumber/ media lainnya.

2) Pembelajaran secara jejaring, yakni menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet.

3) Pembelajaran berbasis multimedia dengan media audio visual.

4) Pembelajaran kritis melalui pembelajaran berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) serta pembelajaran aktif yang memungkinkan siswa aktif mencari melalui pendekatan saintifik.

5) Pembelajaran dengan pola belajar kelompok (berbasis tim).

6) Mengembangkan pembelajaran dalam upaya pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik.

7) Pembelajaran yang bisa melibatkan banyak disiplin ilmu (multidisciplines).

b. Menggerakkan MGMP untuk berkontribusi aktif dalam mewujudkan merdeka belajar. Melalui MGMP bisa terjalin kerjasama secara kolaboratif antar guru mata pelajaran, guru bisa meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan workshop di MGMP, serta saling berbagi praktik yang baik terkait pembelajaran di kelas. 

c. Guru penggerak menjadi coach bagi guru lain, misalnya dengan membimbing guru lain dalam pengolahan nilai melalui excel, pembuatan kelas online, pembuatan media pembelajaran berbasis multimedia, dan sebagainya.

d. Menjalin kerjasama dengan guru lain, kepala sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar dalam mencapai profil pelajar Pancasila.

e. Membantu murid untuk mandiri dalam belajar, memunculkan motivasi untuk belajar, dan mendidik karakter murid di sekolah.

2. Untuk menguatkan peran guru penggerak, terlebih dahulu memulainya dari diri sendiri dengan membiasakan nilai-nilai guru penggerak dalam setiap bertindak dan berperilaku. Hal-hal yang bisa dilakukan oleh seorang guru penggerak adalah sebagai berikut:

a. Memunculkan motivasi dalam dirinya dalam melakukan perubahan dan siap bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.

b. Memaknai setiap pengalaman yang dilalui dengan melakukan evaluasi terkait kekurangan dan kelebihan ataupun kelemahan dan kekuatan yang dimiliki. Selain itu, guru penggerak juga harus selalu membuka diri terhadap masukan dari orang lain dan melakukan perbaikan terhadap kekurangan yang dimiliki. 

c. Menjalin kerjasama dengan semua pihak dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila, membangun komunikasi dengan mereka dan menanamkan rasa kepercayaan semua pihak terhadap dirinya.

d. Memiliki gagasan-gagasan yang baru terhadap berbagai macam masalah yang dihadapi. Gagasan-gagasan tersebut senantiasa bersifat tepat guna dan merupakan ide orisinalnya.

Kesimpulan dari hasil diskusi grup kecil tersebut selanjutnya dipresentasikan di depan kelompok lain dan fasilitator pada hari ke-4. Presentasi ini dilakukan melalui web meeting  dengan menggunakan aplikasi G-meet dan dipandu langsung oleh fasilitator. Setelah melakukan beberapa revisi berdasarkan saran dan masukan dari kelompok lain, selanjutnya diupload pada menu yang telah disiapkan di LMS pada hari ke-5. 

Pada hari ke-6, kami melakukan refleksi terkait diri masing-masing berdasarkan peran dan nilai guru penggerak. Pada bagian ini, kami meninjau kembali perjalanan pencarian jati diri sebagai Guru Penggerak sambil mengingat-ingat kembali jawaban kami pada bagian Mulai Dari Diri, terutama pada bagian nilai dan peran guru penggerak. Kemudian merenungkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan terkait nilai diri yang dimiliki, perasaan setelah mengetahui nilai dan peran guru penggerak, nilai dan peran guru penggerak yang sudah dimiliki, nilai dan peran yang perlu penguatan, langkah-langkah yang akan ditempuh serta hambatannya.

Berdasarkan hasil perenungan terhadap pengalaman sebelumnya, pada dasarnya nilai-nilai guru penggerak sudah ada pada diri saya. Hanya saja belum memiliki nilai-nilai guru penggerak secara utuh. Ini disebabkan karena dampaknya bagi peserta didik belum terlalu maksimal. Nilai-nilai yang ada pada diri saya belum menjadi kebiasaan sehingga belum menjadi karakter dalam diri saya. Sepintas semua nilai-nilai guru penggerak sudah ada dalam diri saya. Hanya saja belum menjadi kebiasaan sehingga belum menjadi karakter dalam diri saya. Sehingga dampaknya bagi peserta didik juga belum maksimal. Diantara nilai-nilai yang sudah saya pelajari, nilai yang perlu saya kuatkan adalah nilai inovatif dan berpihak pada murid. Karena selama ini saya masih kurang dalam berinovasi terutama dalam pengembangan pembelajaran di kelas. Selain itu, saya juga masih kurang maksimal dalam mengimplementasikan nilai berpusat pada murid. Dalam membuat perencanaan pembelajaran dan pengambilan keputusan terkadang tidak mempertimbangkan kebutuhan peserta didik. 

Setelah mengetahui peran dari seorang guru penggerak, saya baru menyadari bahwa sekiranya semua guru di Indonesia bergerak dan memainkan kelima peran guru penggerak, maka saya yakin dan percaya Pendidikan di Indonesia akan maju. Peserta didik akan mencerminkan profil pelajar Pancasila dan mereka akan meraih merdeka belajar. Untuk menguatkan peran dan nilai guru penggerak khusus untuk diri saya, maka terlebih dahulu memulainya dari diri sendiri dengan membiasakan nilai-nilai guru penggerak dalam setiap bertindak dan berperilaku. Hal-hal yang bisa saya lakukan adalah sebagai berikut:

a. Memunculkan motivasi dalam diri saya untuk melakukan perubahan dan siap bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan.

b. Memaknai setiap pengalaman yang saya lalui dengan melakukan evaluasi terkait kekurangan dan kelebihan ataupun kelemahan dan kekuatan yang dimiliki. Selain itu, saya juga harus selalu membuka diri terhadap masukan dari orang lain dan melakukan perbaikan terhadap kekurangan yang saya miliki. 

c. Menjalin kerjasama dengan semua pihak dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila, membangun komunikasi dengan mereka dan menanamkan rasa kepercayaan semua pihak terhadap diri saya.

d. Senantiasa memunculkan gagasan-gagasan yang baru terhadap berbagai macam masalah yang dihadapi. Gagasan-gagasan tersebut senantiasa bersifat tepat guna dan merupakan ide orisinal saya.

Hanya saja dalam menguatkan peran dan nilai guru penggerak dalam diri saya, masih ada beberapa hal yang berpotensi menjadi penghambat, di antaranya adalah sebagai berikut:

a. Masih adanya teman sejawat yang sulit membuka diri untuk berkolaborasi mendukung terwujudnya profil pelajar Pancasila. Umumnya ini disebabkan karena mereka masih susah keluar dari zona nyaman. Dalam pikiran mereka yang penting sudah menunaikan kewajiban mengajar di kelas dan menerima gaji setiap bulan itu sudah cukup. Tanpa harus repot memikirkan bagaimana meningkatkan kompetensi agar kualitas pembelajaran juga meningkat.

b. Kepala sekolah sebagai penentu kebijakan di sekolah terkadang sulit juga membuka diri untuk menerima sebuah perubahan. Jangankan rapat penyusunan RKAS, rapat kerjapun tidak pernah dilakukan. Sehingga apabila kebiasaan ini berlanjut, maka komunikasi yang diharapkan bisa terjalin dengan maksimal dengan kepala sekolah dan guru lain menjadi terhambat.

Akan tetapi, sekalipun demikian sebagai guru penggerak nantinya saya akan tetap berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan teman sejawat dan kepala sekolah. Saya akan terus meyakinkan mereka melalui aksi nyata dan bukti konkret untuk meyakinkan mereka akan pentingnya perubahan ke arah yang lebih baik.


Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar Terbaru

Translate

Followers

Guru Itung. Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *