Kunjungi Channel YouTube kami di "Guru Itung"

Halaman

Wednesday, June 30, 2021

KESEPAKATAN KELAS DALAM MEMBANGUN BUDAYA POSITIF DI KELAS

 Oleh: Jamaluddin Tahuddin


A. Latar Belakang

Budaya positif sebagai sebuah nilai, keyakinan, dan kebiasaan di sekolah hendaknya berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab. Sehingga murid nantinya tidak hanya bisa bermanfaat bagi dirinya, melainkan juga bisa bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Murid yang tumbuh dan berkembang dalam komunitas yang menerapkan budaya positif di sekolah diharapkan dapat membawa budaya positif itu dalam komunitas di masyarakat nanti.

Namun kenyataannya, masih banyak murid yang masih sering terlambat datang ke sekolah bahkan tidak masuk sekolah. Bahkan guru dan staf yang mestinya menjadi teladan bagi murid ternyata tidak jauh berbeda dengan perilaku murid yang terlambat. Padahal keteladanan seorang guru sangat dibutuhkan dalam upaya pembentukan karakter pada murid.

Selain itu, masih banyak guru yang menggunakan hukuman sebagai upaya dalam mengontrol perilaku murid. Sepintas upaya ini kelihatan berhasil mengontrol perilaku murid karena murid menjadi patuh dan taat saat guru yang bersangkutan berada di kelas. Akan tetapi, ketika guru lain masuk seketika murid berubah dan kembali tidak tertib di kelas. Tak jarang mereka juga memperbincangkan kekesalan mereka terhadap guru yang selalu menghukum mereka.

Oleh karena itulah, dibutuhkan sebuah upaya untuk menerapkan disiplin positif yang berpihak pada murid di sekolah. Disiplin pada diri murid hendaknya hadir karena ada motivasi dari dalam diri dan bukan karena terpaksa. Oleh karena itu, melalui peran pada posisi kontrol guru sebagai manajer, guru bertanya dan membuat kesepakatan kelas bersama murid. Murid terlibat langsung dalam pembuatan kesepakatan kelas, sehingga mereka memahami perilaku mereka sendiri, mengambil inisiatif, menjadi bertanggung jawab atas pilihan mereka, dan menghargai diri mereka sendiri dan orang lain.


B. Deskripsi 

Berhubung sekolah belum mendapatkan ijin dari pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, maka pertemuan untuk Menyusun kesepakatan kelas dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Google Meet. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam menyusun kesepakatan kelas adalah sebagai berikut:

1. Guru memberi kesempatan kepada murid untuk menyampaikan masalah yang dihadapi saat berada di kelas dan harapan kelas yang membuat mereka nyaman. 

2. Guru menanyakan kepada mereka harapan tentang kelas, apa yang mereka harapkan tentang kondisi kelas yang menyangkut guru dan teman-temannya di kelas. Dalam hal ini, guru menanyakan kepada murid “Seperti apa kelas impianmu? Ceritakan kelas impianmu. Bagaimana kondisi kelas, teman-teman, dan guru impianmu?”. Murid lalu menuliskan harapan mereka melalui tautan https://padlet.com/jamalmath28/jqz1wlsy2bxsuqpg.

3. Melakukan diskusi untuk mendapatkan umpan balik dari murid. Guru terlebih dahulu menanyakan kepada murid, “Menurut kalian, apa yang harus kita semua lakukan untuk mencapai kelas impian kita?”. Murid lalu menyampaikan pendapatnya dan guru menuliskannya di kolom kesepakatan.

4. Menyimpulkan ide murid menjadi sebuah kesepakatan kelas.

5. Memberikan kesempatan kepada murid untuk menandatangani kesepakatan kelas yang telah dibuat bersama agar mereka merasa memiliki dan ikut bertanggung jawab untuk mewujudkannya. Berhubung kesepakatan kelasnya dibuat melalui padlet, maka tanda tangan secara langsung tidak dimungkinkan. Oleh karena itu, murid hanya diberi kesempatan untuk mengklik ikon “Like” dan menuliskan nama di kolom komentar.

6. Memberikan kesempatan sekali lagi kepada murid untuk melihat kembali kesepakatan kelas yang telah dibuat lalu menanyakan kepada mereka, “Apakah kesepakatan kelas ini sudah bisa dilakukan?”. Setelah murid menjawab secara serentak, “Bisaaa..!!”, guru dan murid lalu bersama-sama mengacungkan jempol. Guru lalu mengucapkan terima kasih dan menyampaikan kepada murid bahwa murid yang bisa mentaati kesepakatan kelas akan dimasukkan dalam Tim Murid Penggerak yang akan dibentuk guru nantinya.

C. Hasil 

Setelah pembuatan kesepakatan kelas dan diterapkan di kelas, murid lebih bersemangat dan terlihat lebih aktif dari sebelumnya. Mereka merasa lebih percaya diri menyampaikan pendapat karena mereka merasa dihargai. Murid yang tadinya malas, kini rajin mengikuti pelajaran dan tak lagi telat dalam mengumpulkan tugas. 

D. Refleksi 

Kesulitan yang dihadapi adalah pembelajaran yang masih dilakukan secara daring sehingga masih sulit menerapkan budaya positif di kelas seperti menjaga kebersihan di kelas. Sedangkan tantangan yang dihadapi ketika menerapkan budaya positif di kelas adalah masih ada rekan guru yang masih beranggapan bahwa pemberlakuan hukuman mampu mengontrol perilaku murid dengan baik.

E. Rencana Perbaikan

Pembelajaran yang dilaksanakan secara daring tentu kurang efektif dalam menerapkan budaya positif. Poster kesepakatan kelas yang seharusnya terpajang di dinding kelas tidak bisa terlaksana karena masih menggunakan kelas virtual. Untuk itu, ke depannya guru akan membuat poster kesepakatan kelas kemudian dijadikan sebagai gambar profil grup WA atau sebagai foto display pribadi di hp masing-masing. Poster ini juga akan dijadikan background setiap pertemuan untuk mengingatkan satu sama lain.

F. Dokumentasi



Gambar 1. Guru memberi kesempatan kepada murid untuk menyampaikan masalah yang dihadapi saat berada di kelas dan harapan kelas yang membuat mereka nyaman.

Gambar 2. Guru menanyakan kepada murid tentang kelas impian mereka dan murid menuliskannya melalui padlet

Gambar 3. Melakukan diskusi untuk mendapatkan umpan balik dari murid, mereka menyampaikan pendapatnya dan guru menuliskannya di kolom kesepakatan.

Gambar 4. Menyimpulkan ide murid menjadi sebuah kesepakatan kelas.


Gambar 5. Memberikan kesempatan kepada murid untuk menandatangani kesepakatan kelas dengan menuliskan nama di kolom komentar



Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar Terbaru

Translate

Followers

Guru Itung. Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *