Kunjungi Channel YouTube kami di "Guru Itung"

Halaman

Saturday, August 7, 2021

Catatan Akhir Pekan Guru Penggerak Part 13: Mindfullness, STOP, dan POOCH

Oleh: Jamaluddin Tahuddin

Pembelajaran social emosional merupakan pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional. Pembelajaran sosial dan emosional terdiri atas 5 kompetensi, yaitu kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan relasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Pada kompetensi kesadaran diri, kita mesti mengenali 6 emosi dasar yaitu takut, marah, jijik, kaget, sedih, dan bahagia. Takut sebagai respon emosional terhadap ancaman langsung yang umumnya dianggap sebagai kecemasan, memiliki peranan penting dalam bertahan hidup. Marah yang ditandai dengan permusuhan, pergolakan, frustrasi, dan perselisihan dengan orang lain, berperan dalam perlawanan ketika terdapat suatu ancaman, diwujudkan dalam bentuk menangkis bahaya atau melindungi diri. Jijik yang berasal dari sejumlah hal, termasuk rasa, pemandangan, atau bau yang tidak menyenangkan, bisa juga dalam bentuk kejijikan moral ketika mereka mengamati orang lain terlibat dalam perilaku yang tidak menyenangkan, tidak bermoral, atau jahat. Kaget yang biasanya cukup singkat dan ditandai dengan respons kejutan fisiologis setelah melihat atau mendapat sesuatu yang tidak terduga, bisa positif, negatif, atau netral. Sedih yang ditandai oleh perasaan kecewa, keputusasaan, ketidaktertarikan, dan suasana hati yang muram. Dan bahagia sebagai keadaan yang menyenangkan yang ditandai oleh perasaan puas, gembira, puas, dan sejahtera.

Kompetensi pengelolaan diri merupakan kompetensi mengelola emosi dan fokus. Kompetensi ini dapat dilatihkan dengan menggunakan Teknik STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed). Stop berarti berhenti. Dalam hal ini kita hendaknya menghentikan apapun yang sedang dilakukan sambil mengambil jeda sejenak. Take a breath berarti tarik napas dalam. Sadari napas masuk, sadari napas keluar. Rasakan udara segar yang masuk melalui hidung. Rasakan udara hangat yang keluar dari lubang hidung. Lakukan 2-3 kali. Napas masuk, napas keluar. Observe berarti amati apa yang dirasakan pada tubuh. Amati sensasi  yang dirasakan pada tubuh. Amati pilihan-pilihan yang dapat dilakukan dengan intensi yang didasari keinginan belajar dan kebaikan. Proceed berarti lanjutkan kegiatan. Latihan selesai bawalah perasaan yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan sikap yang lebih positif dalam aktivitas selanjutnya. 

Kompetensi kesadaran sosial dengan melatih empati dengan menaruh perhatian pada perasaan orang lain dengan 3 pertanyaan dasar, yaitu apa yang dirasakan orang tersebut, apa yang mungkin akan dia lakukan, dan apa yang saya rasakan jika mengalami kejadian yang sama. 

Kompetensi keterampilan sosial berhubungan dengan resiliensi (daya lenting/ ketangguhan): kemampuan individu untuk merespons tantangan atau trauma yang dihadapi dengan cara-cara sehat dan produktif. Sumber resiliensi individu yaitu 3I (I have, I am, I can). I have (saya memiliki) merupakan sumber resiliensi yang berhubungan dengan besarnya dukungan sosial dari lingkungan sekitar yang saya miliki. I am (Saya adalah) merupakan sumber resiliensi yang berkaitan dengan kekuatan dalam diri (didalamnya terdapat perasaan, sikap, dan keyakinan individu). I can (Saya bisa) merupakan sumber resiliensi yang berkaitan dengan usaha yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memecahkan masalah menuju kekuatan diri (kemampuan menyelesaikan persoalan, keterampilan sosial dan interpersonal. Sumber daya resiliensi (4S), yaitu Supportive People, Strategy, Sagacity, Solution-seeking Behaviour. Identifikasi “Supportive People” yang jadi sandaran ketika Anda terpuruk. Identifikasi “Strategy” yang digunakan untuk membantu diri dalam atasi pemikiran atau perasaan negatif yang membuat diri sulit merespon permasalahan. Identifikasi “Sagacity” atau kebijaksanaan yang membuat anda dapat bertahan dari kesulitan dan melangkah maju. Identifikasi “Solution-seeking Behaviour” atau perilaku mencari bantuan yang pernah dilakukan untuk membantu menyelesaikan permasalahannya.

Kompetensi pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dengan menggunakan teknik POOCH (Problems, Options, Outcomes, Choices). Problems dengan mengevaluasi situasi, Apa masalahnya? (harapan dan realita) Apa penyebabnya?. Options dengan menganalisis alternatif pilihan: Apa saja yang dapat dilakukan? Apakah ada pilihan yang berbeda?. Outcomes dan Choices dengan mempertimbangkan konsekuensi dari masing-masing pilihan itu terhadap diri sendiri dan orang lain.

Ruang lingkup implementasi pembelajaran sosial dan emosional terdiri dari kegiatan rutin, terintegrasi dalam pembelajaran, dan protokol. Kegiatan rutin adalah kegiatan yang dilakukan di luar waktu belajar akademik sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing, misal ekskul, perayaan hari besar, kegiatan sekolah, apel pagi, kerja bakti, senam bersama, kunjungan perpustakaan yang dijadwalkan, membaca bersama, seminar/ pelatihan. Terintegrasi dalam pembelajaran sebagai  strategi pembelajaran atau diintegrasikan dalam kurikulum (RPP). Sedang protokol berkaitan dengan budaya atau aturan sekolah yang sudah menjadi kesepakatan bersama dan diterapkan secara mandiri oleh murid atau sebagai kebijakan sekolah untuk merespon situasi atau kejadian tertentu. Misalnya, berdoa sebelum memulai kegiatan, menjaga ketenangan di ruang perpustakan, berdoa  di mushola sekolah dengan khidmat, dll. 

3 hal menarik yang telah saya pelajari adalah sebagai berikut:

  1. Membuat diri dalam keadaan kesadaran penuh (Mindfullness) dapat membuat kita fokus dalam beraktifitas.
  2. Salah satu teknik untuk membuat diri dalam kesadaran penuh (Mindfullness) adalah dengan teknik STOP (Stop, Take a deep breath, Observe, dan Proceed)
  3. Salah satu teknik yang dapat dilakukan dalam mengambil keputusan secara bertanggung jawab adalah dengan menggunakan teknik POOCH (Problem, Options, Outcome, Choice, dan How)

2 hal penting yang saya pelajari:

  • Untuk membuat diri berada pada kondisi kesadaran penuh (Mindfullness), kita bisa menggunakan teknik STOP (Stop, Take a deep breath, Observe, dan Proceed). Pada teknik ini, kita terlebih dahulu menghentikan aktifitas sejenak, kemudian menarik nafas dalam dan menghembuskannya sebanyak 2-3 kali. Pada saat bernafas, kita hendaknya merasakan udara yang masuk ke dalam hidung dan keluar dari hidung saat dihembuskan sambil mengamati perut yang mengembang saat bernafas dan mengempes saat menghembuskan nafas. Setelah itu, baru kembali melanjutkan aktifitas. Pelajaran ini penting agar kita senantiasa fokus dalam mengerjakan setiap aktifitas, sehingga kita dapat berpikir secara jernih dan tidak stres.
  • Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dengan teknik POOCH (Problem, Options, Outcome, Choice, dan How). Teknik ini penting dipelajari agar kita bisa mengambil keputusan secara tepat dan bisa dipertanggung jawabkan. Teknik ini diawali dengan mengidentifikasi masalah terlebih dahulu, kemudian membuat daftar pilihan-pilihan solusi yang bisa dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut serta mempertimbangkan segala dampak positif dan negatif dari setiap solusi itu. Setelah itu barulah mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut dan memikirkan bagaimana cara melaksanakannya.

Satu hal yang ingin saya coba dan terapkan dalam kelas adalah saya akan mencoba teknik STOP di kelas sebelum memulai pelajaran atau sebelum murid mengerjakan soal latihan. Hal ini dilakukan agar murid bisa lebih fokus dalam belajar atau saat mengerjakan soal latihan.

Pada kegiatan demonstrasi kontekstual, saya mencoba mengintegrasikan kompetensi sosial-emosional (KSE) berbasis kesadaran penuh ke dalam RPP. Dalam hal ini kompetensi social dan emosional yang diintegrasikan adalah teknik mengelola emosi dan fokus serta melatih empati bagi murid.


 

Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar Terbaru

Translate

Followers

Guru Itung. Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *